Saturday, January 22, 2011

Hitam Putih.. Abu-Abu?

by Green-Jea

Jika kita terjebak pada prinsip, idealisme dan sudut pandang, apa yang bisa kita lakukan? Hanya diam dan membiarkannya seakan-akan itu hanya bagian dari sebuah peristiwa? Mengambil tindakan dengan mengorbankan yang terbaik yang pernah kita dapat dan miliki? Atau berlari jauh seperti seorang pecundang?

Hitam yang selalu terjadi dalam setiap detik kehidupan dan masalah adalah pekatnya jiwa dan pemikiran tanpa sanggup berbuat apa-apa. Namun tetap harus terlalui tanpa setitik cahaya dan selalu meraba, mencari tiap relung yang ada. Dalam hitungan waktu yang terasa lama......

Putih yang selalu menemani dalam kebahagian, ketenangan dan kenyamanan dalam senyuman hingga tawa adalah keindahan yang tak terbayarkan. Walau akan terbias pada waktu yang seakan terkesan egois. Yang perlahan hilang hingga......

Pada persimpangan jalan yang menyesatkan. Pada kata hati yang terombang-ambing. Pada kenyataan ini adalah ruang abu-abu yang telah terbentuk.

Adalah aku pada sebuah abu-abu yang menginginkan hitam atau putih kembali. Tanpa pernah peduli apa yang ada di sekitarku. Pada apa yang ku muliki dan termiliki. Pada mereka yang karena kesetiaan, kenyamanan dan senyuman. Pada sebuah perjuangan rangkaian kata, penglihatan yang indah dan pemikiran akan kedewasaan.

Jika hitam itu adalah aku, tak akan ada yang terkhianati namun aku mengkhianati diri sendiri pada sebuah pembelajaran. Waktu yang pernah mempertemukanku pada hitam dan putih di kisah yang lain hanyalah sia-sia. Hanya akan menjadi bagian peristiwa yang terbuang. Bukan ambisi yang tersesali namun ketikberanian hati untuk mengaku karena pekatnya membutakanku.

Jika putih itu adalah aku. Kepuasanlah pada akhirnya namun tetap akan kembali pada abu-abu yang setia menanti dalam sebuah pertanyaan... Egoiskah aku?!!

Walau hati kecil selalu mengatakan....... Bukan karena egois namun ilmu dan kebenaran yang telah tercipta!!!