Wednesday, June 9, 2010

SAHABAT DIMANA?


by, Green Jea

Angin tak akan pernah berbohong
Pada jiwa berpelangi cinta
Pada sahabat yang menunggu.
Bulan hanya saksi bisu menghantar terang
Pada sahabat di sudut kejauhan
Pada perasaan terlupa tanpa sahabat

Melody irama kejujuran
Yang tak pernah terungkap pada sahabat
Bagai pasir tanpa bentuk tanpa arti
Namun nyata dan mengagumkan….

Jika kedekatan terbungkus kebohongan
Kemana hakikinya?
Saat waktu meraba pada titik kejenuhan
Menghantar logika pada kebosanan
Dan menjauh
Menghilang
Terbang tanpa pernah tersadari…..

Ada dan tiada sahabat
Bagimu adalah tiada….

Friday, June 4, 2010

Kedekatan Hati

by, Green Jea


Ada rasa yang tak pernah mau saling jujur

Yang hanya bermain pada tatapan mata.

Pada ada dan tiada kesempatan untuk saling tau



Rasa itu bukan untuk dipendam

Namun enggan untuk terakui

Hanya kata tak terarah dan sebuah alasan klasik

Menjadi kedekatan hati….

Menjadikan waktu sebuah anugerah



Pada satu kesamaan perasaan

Pada mata kami yang selalu bicara

Pada hati kami yang selalu ada

Pada kebahagian berbeda yang terasa

Pada suara saat menunggu waktu menghampiri



Cinta tak perlu diungkapkan

Cinta tak perlu kata-kata

Cinta adalah kedekatan hati pada suara dan tatapan

Dan rasa itu adalah kedekatan hati yang tak terakui

Their Face


by, Green Jea

Their faces are a gift from God
They come into this world not because of their desire
Their lives is a mirror of their own faces
An happiness, innocence and peaceful
Happiness in their lives is a great pleasure for their parents and for us.

When we see a small face and innocent they are, what we think?
We put so much hope on them.
Their faces are our future
The world is full of color because of the presence of their faces

But, the face will turn into the face of fear
The face is more painful
The face of a weak and full of tears ...
Face can only hope without being able to do anything about it ...

Their cheerful faces, their smiles and innocence they are slowly disappearing ...
Because their parents who can think more adults
With the people who make a face in there.
With anger, emptiness instincts, the mental emptiness and selfishness

I, you, and we all feel to be the face.
In our own happiness in the face of our innocent past.

However, they can only hope the real face
Without asking us cry of the suffering there
From their pain ...
From a torture which they feel ...

(Heisye Jeanine)
June '10

Wajah Mereka


by, Green Jea

Wajah-wajah mereka adalah sebuah anugerah dari Tuhan
Mereka datang di dunia ini bukan karena keinginan mereka
Hidup mereka adalah cermin dari wajah mereka sendiri
Sebuah keceriaan, kepolosan dan kedamaian
Kebahagiaan dalam hidup mereka adalah anugerah terindah bagi orangtua mereka dan bagi kita.

Saat kita melihat wajah mungil dan polos mereka, apa yang kita pikirkan?
Kita menaruh harapan begitu besar pada mereka.
Wajah-wajah itu adalah masa depan kita.
Dan dunia ini penuh warna karena kehadiran wajah-wajah mereka

Namun, wajah-wajah itu akan berubah menjadi wajah-wajah penuh ketakutan
Wajah yang menahan rasa sakit ...
Wajah yang penuh kepasrahan...
Wajah yang lemah dan penuh air mata ...
Wajah yang hanya bisa berharap tanpa bisa berbuat apa-apa ...

Wajah ceria mereka, senyuman mereka dan keluguan itu perlahan-lahan hilang...
Dengan kenyataan pada mereka yang bisa berpikir lebih dewasa
Karena orangtua yang menjadikan wajah-wajah itu ada.
Dengan kemarahan, kehampaan naluri, kekosongan jiwa dan keegoisan

Aku, kamu dan kita semua pernah merasakan menjadi wajah-wajah itu.
Dalam kebahagian kita tersendiri pada wajah-wajah masa lalu kita yang polos.

Tapi wajah mereka yang sebenarnya hanya mampu memohon
Tanpa meminta kita menagis akan penderitaan yang ada
Dari rasa sakit mereka ...
Dari penderitaan mereka...
Dalam sebuah penyiksaan yang mereka rasakan ...

June'10

Wednesday, June 2, 2010

Jenuh

by, Green Jea

Pada detik-detik yang bermain
Pada menit-menit yang menemani
Dengan kekosongan hati yang ada pada waktu tanpa basa-basi

Bukan saatnya untuk merenung
Bukan kehadirannya untuk sebuah pengertian
Bukan aku dengan hidupku
Namun aku dengan duniaku

Hanya jenuh pada sebuah kisah yang terdalami
Semakin jauh dengan logika yang bermain
Semakin dekat dengan waktu yang membohongi

Maaf jika jenuhku ………………………..