Friday, April 23, 2010

Penyesalan

by, Green-Jea

Terkujur pada bidang hitam yang sepi
Mencoba menoreh pada garis hati yang sepi

Kegagalan sosok yang seharusnya menemani, mengawasi, membimbing telah hancur, bersama keegoisan yang tercipta. Hanya sepenggal rasa bersalah yang akrab menemani hingga terdiam dalam waktu. Bukan merindu, menyayangi dan melindungi yang diinginkan.

Kemana sosok itu selalu pergi? Kemana sosok yang setia menemani itu ada? Hingga malam selalu membuat penyesalan yang tak ada gunanya! Hingga kata-kata hanya terucap tanpa makna. Hingga sebuah permakluman harus menjadi bagian kisi-kisi logika!

Tak akan ada yang bisa memapah hatinya yang sepi. Tidak waktu, sahabat bahkan sosok itu sekalipun. Hanya hitam pekatnya alam inilah riuh hatinya sesaat. Tanpa mau kembali pada pengertian hidup dan yang terhidupi.

Jangan sosok itu menjadi sosoknya kembali. Jangan kesepian hati menjadi irama tiap napasnya. Membelenggu pada suasana kelam yang terakui. Namun tak akan pernah hilang dalam kesetiaan waktu.

Yang hitam itu adalah sosok masa lalu…
Tercipta sempurna kembali pada jiwa yang lugu
Tanpa airmata namun selalu menangis dalam keangkuhan!