Ada yang mengatakan jika kita mencintai pekerjaan kita, segalanya akan terasa ringan dan menyenangkan. Ada juga yang pernah mengatakan jika kita terbiasa dengan pekerjaan kita, kita bisa saja tiba-tiba menjadi seorang superman yang bisa mengatasi hal terburuk yang akan terjadi. Apa iya seperti itu?
Bagaimana keterbiasaan dan kecintaan kita pada pekerjaan tersebut kemudian membuat kita kehilangan arah, emosi atau apapun yang tercipta pada diri kita secara negatif jika kita tidak siap?! Pernah gak ya terpikirkan oleh kita sendiri atau oleh orang lain jika ketidaksiapan kita bisa menbuahkan sesuatu yanng negatif dan berdampak pada nama baik kita!
Hal kecil yang sering terlupakan adalah bumerang buat kita sendiri. Namun bukan berarti hanya jadi penyesalan yang gak ada gunanya, tapi jadi pelajaran yang berharga dan mengambilnya menjadi sebuah pengalaman terbesar.
Jangan pernah gengsi untuk meminta bantuan dan pembelajaran pada seseorang yang mengerti akan hal itu. Apa artinya "gengsi" kita jika kemudian menngacaukan segalanya? Apa artinya akhir dari pekerjaan kita jika emosi, keangkuhan, gengsi yang bermain?
Jangan kemudian kata maaf yang terucap untuk menenangkan keadaan yang telah terjadi jika yang telah terjadi hanya sebuah wacana belaka. Ini bukan yang pertama kali terjadi tapi jangan sampai akan terjadi untuk kesekian kalinya.
Saya pernah mengatakan pada seorang teman "Harus punya kesabaran ekstra untuk menghadapi sifat,karakter dan kemauan yg berbeda-beda demi profesional kerja..!" Mencintai pekerjaan kita, terbiasa dengan pekerjaan,kita, mahir pada pekerjaan kita bukan berarti kita menjadi sombong. Bukan berarti kita yang lebih tahu. Ketidaksiapan kita akan membuat kita suatu saat jatuh jika kita tidak pernah mau siap untuk itu dan terbelenggu akan rasa bersalah dan meyalahkan hal tersebut!
Wednesday, April 28, 2010
Pelangi Kami
by, Green Jea
Ada hati dalam kata dan kedekatan hari
Menerawang indahnya dunia...
Pada teman dan sahabat
Pada cerita dan cita...
Menemui senyum.....
Melalui rangkaian detik tercipta...
Mengiringi kesetiaan angin yang akrab menemani
Lembutnya suara pada nurani
Akan pelangi hati yang ada
Warna-warna aku, kamu dan kalian
Mengartikan kebersamaan.....
Bukan cinta dan jatuh cinta
Bukan memiliki dan termiliki
Namun pelangi hati kami di jiwa kami
Setia dalam waktu pada arti....
Ada hati dalam kata dan kedekatan hari
Menerawang indahnya dunia...
Pada teman dan sahabat
Pada cerita dan cita...
Menemui senyum.....
Melalui rangkaian detik tercipta...
Mengiringi kesetiaan angin yang akrab menemani
Lembutnya suara pada nurani
Akan pelangi hati yang ada
Warna-warna aku, kamu dan kalian
Mengartikan kebersamaan.....
Bukan cinta dan jatuh cinta
Bukan memiliki dan termiliki
Namun pelangi hati kami di jiwa kami
Setia dalam waktu pada arti....
Friday, April 23, 2010
Penyesalan
by, Green-Jea
Terkujur pada bidang hitam yang sepi
Mencoba menoreh pada garis hati yang sepi
Kegagalan sosok yang seharusnya menemani, mengawasi, membimbing telah hancur, bersama keegoisan yang tercipta. Hanya sepenggal rasa bersalah yang akrab menemani hingga terdiam dalam waktu. Bukan merindu, menyayangi dan melindungi yang diinginkan.
Kemana sosok itu selalu pergi? Kemana sosok yang setia menemani itu ada? Hingga malam selalu membuat penyesalan yang tak ada gunanya! Hingga kata-kata hanya terucap tanpa makna. Hingga sebuah permakluman harus menjadi bagian kisi-kisi logika!
Tak akan ada yang bisa memapah hatinya yang sepi. Tidak waktu, sahabat bahkan sosok itu sekalipun. Hanya hitam pekatnya alam inilah riuh hatinya sesaat. Tanpa mau kembali pada pengertian hidup dan yang terhidupi.
Jangan sosok itu menjadi sosoknya kembali. Jangan kesepian hati menjadi irama tiap napasnya. Membelenggu pada suasana kelam yang terakui. Namun tak akan pernah hilang dalam kesetiaan waktu.
Yang hitam itu adalah sosok masa lalu…
Tercipta sempurna kembali pada jiwa yang lugu
Tanpa airmata namun selalu menangis dalam keangkuhan!
Terkujur pada bidang hitam yang sepi
Mencoba menoreh pada garis hati yang sepi
Kegagalan sosok yang seharusnya menemani, mengawasi, membimbing telah hancur, bersama keegoisan yang tercipta. Hanya sepenggal rasa bersalah yang akrab menemani hingga terdiam dalam waktu. Bukan merindu, menyayangi dan melindungi yang diinginkan.
Kemana sosok itu selalu pergi? Kemana sosok yang setia menemani itu ada? Hingga malam selalu membuat penyesalan yang tak ada gunanya! Hingga kata-kata hanya terucap tanpa makna. Hingga sebuah permakluman harus menjadi bagian kisi-kisi logika!
Tak akan ada yang bisa memapah hatinya yang sepi. Tidak waktu, sahabat bahkan sosok itu sekalipun. Hanya hitam pekatnya alam inilah riuh hatinya sesaat. Tanpa mau kembali pada pengertian hidup dan yang terhidupi.
Jangan sosok itu menjadi sosoknya kembali. Jangan kesepian hati menjadi irama tiap napasnya. Membelenggu pada suasana kelam yang terakui. Namun tak akan pernah hilang dalam kesetiaan waktu.
Yang hitam itu adalah sosok masa lalu…
Tercipta sempurna kembali pada jiwa yang lugu
Tanpa airmata namun selalu menangis dalam keangkuhan!
Monday, April 19, 2010
Suara Jiwa
by, green-jea
Alunan kelembutan suara tak pernah terdengar
Terselimuti gemuruh hati pada lubuk yang terdalam
Pengakuan jiwa akan bayangan kelabu
Menggetar pada sebuah kenyataan....
Hanya menemani dalam keberadaan semu
Hanya mencoba setia pada ilusi....
Hanya menari pada rasa sakit tertahan
Hanya melukis kisah pada kata-kata menenangkan...
Terbuai akan gelapnya malam
Terlelap dalam keindahan bulan
Terbangun pada arti yang sebenarnya
Hingga suara jiwa tetap bertanya....
Sampai kapankah?
...(",)...
Alunan kelembutan suara tak pernah terdengar
Terselimuti gemuruh hati pada lubuk yang terdalam
Pengakuan jiwa akan bayangan kelabu
Menggetar pada sebuah kenyataan....
Hanya menemani dalam keberadaan semu
Hanya mencoba setia pada ilusi....
Hanya menari pada rasa sakit tertahan
Hanya melukis kisah pada kata-kata menenangkan...
Terbuai akan gelapnya malam
Terlelap dalam keindahan bulan
Terbangun pada arti yang sebenarnya
Hingga suara jiwa tetap bertanya....
Sampai kapankah?
...(",)...
Wednesday, April 14, 2010
Masa Lalu
by, green-jea
Wajah dingin terbuai alunan masa lalu
Kosong menatap....
Meraba tiap sudut relung jiwa
Memohon dalam keangkuhan...
Pada kemesraan sang waktu
Dan lembutnya kepasrahan....
Dalam belenggu masa lalu
Hanyut tanpa mampu bangkit
Melintasi paruh kenyataan
Akan hati terpuruk pada satu jiwa
Wajah dingin terbuai alunan masa lalu
Kosong menatap....
Meraba tiap sudut relung jiwa
Memohon dalam keangkuhan...
Pada kemesraan sang waktu
Dan lembutnya kepasrahan....
Dalam belenggu masa lalu
Hanyut tanpa mampu bangkit
Melintasi paruh kenyataan
Akan hati terpuruk pada satu jiwa
Tuesday, April 13, 2010
Lelahku....
by, Green-Jea
Merintih dalam buaian angin...
Yang terbang dalam tangisan...
Akan keagungan cinta dan kepercayaan rasa...
Terbawa pesona kisah terselubung
Penantian dalam kebohongan..
Terhempas di keraguan sukma..
Kembali pada logika hidupmu
Pada warna duniamu..
Indah taman bungamu..
Kerinduan akan masa lalumu..
Hilang terbang terbawa adalah aku..
Sepenggal kenyataan dalam torehan cerita..
Hanya akan tersenyum pada janji terakhirku..
Untuk kamu dalam kebahagian hatiku..
Tanpa pernah memiliki namun indah!
Aku lelah dengan semua ini...!!.
Merintih dalam buaian angin...
Yang terbang dalam tangisan...
Akan keagungan cinta dan kepercayaan rasa...
Terbawa pesona kisah terselubung
Penantian dalam kebohongan..
Terhempas di keraguan sukma..
Kembali pada logika hidupmu
Pada warna duniamu..
Indah taman bungamu..
Kerinduan akan masa lalumu..
Hilang terbang terbawa adalah aku..
Sepenggal kenyataan dalam torehan cerita..
Hanya akan tersenyum pada janji terakhirku..
Untuk kamu dalam kebahagian hatiku..
Tanpa pernah memiliki namun indah!
Aku lelah dengan semua ini...!!.
Saturday, April 10, 2010
Kamu... Bukan Aku...
by, green-jea
Menatap keluguan jiwa
Terpesona pada kedekatan karakter
Terbelenggu pada kisah yang nyaman....
Bersama lalui satu cahaya...
Hingga sirna karena kejujuran..
Jika jiwa adalah milikmu...
Dan Hati tetap untuk Dia..
Ragaku milik siapa?
Aku tetap ada dalam bayang kesalahanmu..
Bukan tak bisa memaafkan...
Hanya mencoba menyadarkan....
Pada rongga napas yang polos menanti...
Kisah kita adalah kita
Bukan untuk menyakiti Dia...
(dedicated to: KP)
Menatap keluguan jiwa
Terpesona pada kedekatan karakter
Terbelenggu pada kisah yang nyaman....
Bersama lalui satu cahaya...
Hingga sirna karena kejujuran..
Jika jiwa adalah milikmu...
Dan Hati tetap untuk Dia..
Ragaku milik siapa?
Aku tetap ada dalam bayang kesalahanmu..
Bukan tak bisa memaafkan...
Hanya mencoba menyadarkan....
Pada rongga napas yang polos menanti...
Kisah kita adalah kita
Bukan untuk menyakiti Dia...
(dedicated to: KP)
Friday, April 9, 2010
Dalam Warna Hati
by, green-jea
Hijau dalam hamparan hidup akan terlalui....
Pada detik yang bermain dalam balutan biru yang polos....
Terselimuti kehangatan emas...
Hingga gersang dengan seujung harapan....
Memohon tetesan kebeningan hati...
Jauhkan kesejukan...
Dekati jiwa..
Disisi hitam kelam tanpa batas.....
Untuk tersenyum pada kilauan penantian
Tertawa pada segala ketidakabadian....
Terpuruk pada abu-abunya ruang..
Menagisi merah yang tercipta.......
Tersesali pada hitam yang datang dan putih yang pergi....
Hijau dalam hamparan hidup akan terlalui....
Pada detik yang bermain dalam balutan biru yang polos....
Terselimuti kehangatan emas...
Hingga gersang dengan seujung harapan....
Memohon tetesan kebeningan hati...
Jauhkan kesejukan...
Dekati jiwa..
Disisi hitam kelam tanpa batas.....
Untuk tersenyum pada kilauan penantian
Tertawa pada segala ketidakabadian....
Terpuruk pada abu-abunya ruang..
Menagisi merah yang tercipta.......
Tersesali pada hitam yang datang dan putih yang pergi....
Thursday, April 8, 2010
Cermin Cemburu
by, green-jea
Cermin dalam ruang rupa menangis
Wajah kesedihan yang jauh terpancar
Namun tak mau terakui........
Jangan bohong pada yang terpikirkan...
Bias wajah sendu tersampaikan pada kedekatan nurani...
Pada ketidak biasaan dan pembelaan karakter
Pada kejujuran akan hilangnya sebuah dunia
Padamu aku bertanya, adakah perbedaan itu?
Aku takut ada yang mencemburui
Karena aku telah cemburu pada kisi cermin tersembunyi....
Aku tetap ada di balik cermin cemburu.
Karena hari kita adalah milik kita......
Dalam irama apa yang kita rasakan....
Karena akan selalu ada Cermin Cemburu aku dan kamu.......!!!
Cermin dalam ruang rupa menangis
Wajah kesedihan yang jauh terpancar
Namun tak mau terakui........
Jangan bohong pada yang terpikirkan...
Bias wajah sendu tersampaikan pada kedekatan nurani...
Pada ketidak biasaan dan pembelaan karakter
Pada kejujuran akan hilangnya sebuah dunia
Padamu aku bertanya, adakah perbedaan itu?
Aku takut ada yang mencemburui
Karena aku telah cemburu pada kisi cermin tersembunyi....
Aku tetap ada di balik cermin cemburu.
Karena hari kita adalah milik kita......
Dalam irama apa yang kita rasakan....
Karena akan selalu ada Cermin Cemburu aku dan kamu.......!!!
Skeleton Key
Ini adalah salah satu puisi favorit gw......
(by,John Hollander)
o with what key shall I unlock this heart
Tight in a coffer of chest something awaits a jab a click a harp turn yes an opening
Out with it then
Let it pour into forms it molds itself
Much like an escape of dreaming
prisoners taking shape out in a
relenting air in bright volumes
unimaginable even amid interior blacknesses
let mine run out in
the sunny roads
Let them be released by modulations
of point by bend of line too tiny for
planning out back in hopeful dark
time or places
How to hold on to a par flat or wide enough
to grasp was not too hard
formerly and patterned edges cut themselves
What midget forms shall fall in line or row beyond
this wall of self
A key can open a car
Why not let me
O let me get in
"I love this one..... (",)...."
(by,John Hollander)
o with what key shall I unlock this heart
Tight in a coffer of chest something awaits a jab a click a harp turn yes an opening
Out with it then
Let it pour into forms it molds itself
Much like an escape of dreaming
prisoners taking shape out in a
relenting air in bright volumes
unimaginable even amid interior blacknesses
let mine run out in
the sunny roads
Let them be released by modulations
of point by bend of line too tiny for
planning out back in hopeful dark
time or places
How to hold on to a par flat or wide enough
to grasp was not too hard
formerly and patterned edges cut themselves
What midget forms shall fall in line or row beyond
this wall of self
A key can open a car
Why not let me
O let me get in
"I love this one..... (",)...."
Subscribe to:
Comments (Atom)